![]() |
Secara istilah, jin adalah jenis ruh berakal yang memiliki keinginan dan diberikan beban sama seperti manusia. Sedangkan, setan adalah golongan jin yang bertugas menggoda dan mengajak manusia dalam kemaksiatan.
Baik jin dan setan merupakan makhluk gaib yang diciptakan dari api yang sangat panas. Mereka juga sama-sama tidak dapat dilihat oleh indra manusia.
Meski begitu, kedua makhluk tersebut memiliki sejumlah perbedaan. Apa saja perbedaan jin dan setan yang perlu diketahui umat Muslim? Simak penjelasannya berikut ini.
Perbedaan Jin dan Setan
Sifat Jin dan Setan
Perbedaan jin dan setan dapat dilihat dari sifatnya. Tidak semua jin membangkang, jahat, dan menggoda manusia untuk berbuat maksiat. Ada pula jin Muslim yang mengakui ke-Esaan Allah SWT dan sering memberikan nasihat kepada manusia.
Dijelaskan dalam jurnal Mereka yang Gaib; Antara Jin, Setan, Iblis dan Malaikat dalam Perspektif Al-Quran dan As-Sunnah oleh M. Ridha DS, jin makan, minum, menikah, dan memiliki keturunan layaknya manusia. Amal-amal mereka pun akan dihisab di akhirat kelak.
Sebaliknya, setan adalah makhluk yang selalu membangkang terhadap perintah Allah SWT. Dalam tafsir Ibnu Katsir, kata setan atau syaitan sendiri berarti segala sesuatu yang menyimpang dari tabiatnya berupa kejahatan, baik dari jenis manusia maupun jin.
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Al-An’am: 112)
0 komentar:
Posting Komentar